Jupiter ala Ducati Dari BLITAR, Sukses Terbang ke Podium Tapi Pakai Sayap

#14 Aam Haris saat beraksi di Road Race Tulungagung , Nampak 2 sayap hitam di bagian samping kanan kiri

     Diakui berdampak atau tidak, tapi hasil akhir telah membuktikan. Mungkin kebanyakan orang anggap tak ada pengaruhnya sektor aerodinamika untuk motor balap sekelas lintasan trek dadakan, lebih-lebih lagi untuk trek dadakan yang super sempit yang nikung saja bahkan harus turun kaki seperti turun dari angkot... seperti balap grasstrack maksudnya. Namun torehan hasil kinclong berhasil diukir oleh para pasukan bersayap dari Blitar ini. Yupp.. New CMRT salah satu tim balap dari kota Blitar, tampil beda dengan mengenakan singlet.. eh winglet maksudnya. Itu tu… piranti sayap yang lagi hot di MotoGP. Dan squad yang bermarkas di Talun Blitar Jawa Timur ini memasang sayap di semua kuda besi yang turun di Dandim Cup Road Race Tulungagung 14 Agustus 2016 lalu.

Hasil akhir pun berbicara, dua pembalap mereka tembus podium teratas untuk 3 kelas. Wow... ini hasilnya..!!

#14 Aam Haris dari Lamongan juara 1 kelas Bebek 4 Tak Tune Up 125 cc [MP3] dan juga juara kelas Bebek 4 Tak Tune Up 110 cc [MP4]

#9 Ruly Kencana juara 1 kelas Bebek 4 Tak Tune Up 110 cc [MP4] Lokal Karasidenan Kediri

Keduanya adalah pasukan New CMRT yang sukses finish terdepan pakai Jupiter bersayap ini.

#14 Aam Haris sang Joki tampan dari Lamongan, sukses sabet dua podium teratas

     New CMRT berkisah singkat atas tujuan penggunaan winglet di hampir semua motor yang turun di Tulungagung kemarin “Memanfaatkan angin dari depan motor untuk memberi tekanan pada motor bagian depan sehingga roda depan tidak mudah kehilangan cengkraman pada saat masuk tikungan atau dengan kata lain tidak mudah kehilangan grip pada saat masuk tikungan setelah top speed”. Tutur par Arnot sang mekanik kepada 221.     

    Dan teori pak oleh pak Arnot dari New CMRT ini adalah benar adanya. Namun besar kecil pengaruhnya bagaimana, yuk… mari kita kupas singkat padat dan tidak bertele-tele tentang piranti winglet ini. Sejatinya berdasar ilmu “center grafity”, motor balap harus menemukan titik keseimbangan dan laju setabil. Untuk itulah pada kasta balap motor tertinggi di kelas sport prototype macam MotoGP, terpasang fairing untuk mengecilkan hambatan angin, bahkan hambatan angin terus dikecilkan dari masa ke masa, hingga dengan jelas kita lihat model fairing Motogp terus berkembang dari era 1980 an hingga sekarang. Lubang corong udara hingga desain “windshield” atau kaca fairing terus berubah dengan penuh perhitungan matematis pada tiap lekak lekuknya.

    Bahkan hingga pada evolusi perkembangan teknologi terkini, muncul sayap atau “winglet” pada samping kanan kiri fairing yang dipelopori oleh Ducati kemudian diikuti oleh hampir semua motor kontestan Motogp yang lainnya. Fungsinya sangat jelas diketahui oleh publik otomotif dunia, yakni untuk meningkatkan downforce serta daya cengkram ban depan agar diperoleh kestabilan saat melakukan pengereman masuk tikungan.

    Kepada 221 pula, Hendriansyah yang juga pernah pakai winglet pada Yamaha Jupiter Z di Indoprix 2015 lalu, mengaku kalau fungsinya adalah agar sayap atau winglet tersebut menangkap angin dari depan sehingga tekanan angin ke bawah turun mendorong kestabilan ban depan.

5 Kuda Besi New CMRT pakai sayap semua..., anti kerut nyali tapi malah tembus podium

    Kalau kita cermati kemudian bertanya, pentingkah winglet ini pada motor balap sekelas road race trek dadakan yang bahkan jarak tikungannya saja saling berdekatan..? yang pasti nilai prosentase manfaatnya jauh sekali dibandingkan bila dipasang pada motor jenis sport yang mengaspal di trek permanen.

    Sekilas nampak kecil pengaruhnya, belum ada penelitian panjang serta riset dari tim balap yang akurat tentang winglet di road race, baik mengenai besar manfatnya atau perlu tidaknya. Karena faktanya, piranti ini tak banyak yang merilis untuk dijual secara khusus untuk motor road race. So.. tergantung sugesti dan naluri sampean genk..sist.. pakai pun tambah keren tak pakai pun terserah sampean lah... la wong motor-motor sampean kok... 😀

   Tapi tetap salut untuk rider muda kota soto Lamongan Aaam Haris dan juga Ruli Kencana yang tembus terbang ke podium dengan kuda besi bersayap ini. Salut juga tentunya untuk inovasi New CMRT yang kreatif dan unik ini.. ditunggu inovasi tiada henti selanjutnya masku.... Gasss... Rudi221

author