Hasil Road Race Pati 2017, Ada Cerita Bebek Juara Laku 16 Juta Bayar Di Tempat

Galang Tor Tor/ Kudus / DNIOEM GGPC HAMZAH ITG KDR Kebumen, 2 kali juara di 2 kelas

 

        Banyak cerita yang kami bawa dari Road Race Pati Jawa Tengah Minggu 5 November 2017 kemarin. Namun untuk yang ini paling jadi sorotan bagi 221. Yakni soal harga bebek 2 Tak yang makin naik daun. Sebelumnya kami punya hasil penerawangan daftar harga bebek goreng balap dari berbagai nara sumber, baik baru maupu bekas, agar tidak ada lagi rahasia diantara kita, maka sedikit kami bongkar disini.

     Berapa sih asli harga kuda besi macam Yamaha F1ZR Speck Standar..? Secara umum saja ya guys.. Biasanya teman-teman di Jawa Timur jual F1ZR balap bekas kategori sering podium mulai dari 10 jutaan.

     Itu bukan angka terendah, mungkin ada yang di bawahnya atau mungkin bisa di atasnya yakni 11 12 jutaan. Tergantung kondisi fisik mesin. Pertimbangan harga tinggi rendah untuk motor utuh, faktanya adalah dipengaruhi oleh penggunaan Shock Breaker bekalang. Yup.. tentu saja, karena piranti peredam kejut ini memang kadang ada yang pakai harga 5 sampai 7 jutaan atau mungkin lebih. Tergantung merk.

      Semua itu bukan angka baku loh.. ya..!!! tergantung penjual dan tingkat kredibilitas bengkel terkait. Tapi untuk bikin atau beli mesin balap baru segelondong, habisnya.. untuk harga tertinggi yang kami tahu adalah 13 - 14 jutaan "kembali lagi tergantung kredibilitas bengkel". Tapi itu mesinnya saja, bukan termasuk kaki-kaki dan lainnya.

     Lantas untuk cerita bebek goreng 2 Tak yang satu ini apakah tergolong mahal....? Versi kami ini bandrol yang cukup wahhh untuk ukuran bebek bekas. Padahal secara fisik tampilan motornya sangatlah culun BANGETT... Lihat saja, velg-nya masih pakai velg jaman kuNOW.. Velg belakangnya kaya sapu lidi.. Shock breaker belakang malah kayak shock variasi harga ratusan ribu.. batok lampu tidak pakai yang fiber buta.., terlebih tampilan body, masih pakai striping asli, gak kenal cat warna-warni.. Shock depannya juga tidak pakai milik Jupiter seperti F1ZR-F1ZR mahal Jawa Timuran, tampilan sangat kental dengan Motor Ndeso... Fiks.. ini kayak motor murahan.. 😀 tapi kok bisa LAKU MAHAL..??? FIKS.. berarti "seng ndue wonge sakti banget.."

     "Jika kalian anggap hinaan ini serius... Fiks..berarti selera humormu rendah.??? wkwkwk... 😀 "

     Punya siapakah ini sebenarnya...? Ini adalah F1ZR milik Wong Kebumen guys... pelaku balap 2T ak JATIM JATENG DIY bahkan Luar Jawa sekalipun mungkin tidak asing dengan pria lugu dan pemalu yang satu ini. Namanya kami lupa guys.. padahal sudah tak ajak ngobrol ngalor ngidul... malah lupa tanya nama.. yang pasti doi dari HAMZAH Racing Kebumen.. Pawang handal mesin 2 Tak wilayah Jawa Tengah. Selain ICC Pekalongan, HAMZAH Racing paling di perhitungkan di balapan manapun. Terlebih selalu pakai rider nasional #100 Irvan Riadoh yang tak lain adalah adik dari sang mekanik sendiri.

    F1ZR tampilan culun ini kemarin dinaiki oleh Galang Tor-tor dari kota Kudus. Turun 2 kelas, dan Gooollll semua... jauh terdepan super alott dikejar.. Fiks... tampilan motor ndeso ini mengecoh para petarung kelas 2 Tak JaTeng.. Sontak hasil ini lantas mampu pikat salah satu tim balap lokalan JATENG, dan segera dipinanglah dan di bawa pulang dengan nilai mahar yang menggiurkan. Transaksi singkat terjadi di paddock, angka deal 16 juta pun sah bayar di tempat.

    Bahkan saat kami dengar info ini dan kami pun langsung lari ke paddock.. motor malah sudah di bawa pulang oleh pembeli. Bajindulll... kehilangan momentum tenan iki..... Pembeli adalah wong Blora Jawa Tengah yang identitas jati dirinya belum kami ketahui.

Mekanik HAMZAH Racing Kebumen.. wajahnya menghindar saat kami ambil gambar.. malu takut jerawatnya keliahatan.

 

#20 Galang Tor-Tor/ kiri sang Rider

 

 

 

Berikut hasil FOBM Road Race Open Cahmpionship2017 Piala Bupati Pati di Sirkuit GOR Joyo Kusumo Kab. Pati pada Sabtu dan Minggu 4 - 5 November 2017. Cekidott... Rudi221

Aksi Rider Boyolali di Road Race Pati#189 Wahyu Nugroho

 

On fight.. rider Purwodadi vs Banjarnegara

 

 

 

 

 

author