Tercekik Tikungan Setajam Silet

No comment 3110 views

Alvin Fhikry

Sejatinya balap road race saat ini sudah sangat maju. Buktinya saja sirkuit road race permanent sudah sangat menjamur bak jamur yang terus tumbuh dimusim penghujan, yang tentu saja jangan diibaratkan dengan jamur kulit, kalau itu sih menjijikkan. Okelah... tinggalkan soal jamur.., toh kuliner jamur sekarang sudah pula menjamur di seluruh penjuru kota. Kok malah jadi ngomongin jamur... Tinggalkan jamur, kita fokus pada tema adu kebut. Jaman sudah modern, bahkan sirkuit road race permanent yang dulu tak ada kini menjadi ada. Bukannya Antara Ada dan Tiada, kalau itu sih judul lagu dari soundtrack film manusia jadi-jadian yang makin hari makin gak masuk akal. Lanjut.... Dahulu mana ada dulu sirkuit road race, yang ada adalah sirkuit gokart dan sirkuit internasional balap mobil. Namun seriring tingginya peminat balap adu ngesot alias road race di tanah air, maka mau tak mau pihak terkait pun turut andil dalam memberikan wadah bagi pecinta olah raga mahal ini.

Tapi ada satu hal yang sangat roni di era balap modern ini. Yanki masih adanya trek dadakan dengan desain jadul dan sangat tidak mendidik untuk proses pembibitan. Silahkan amati baik-baik gambar, seharusnya sudah tidak jamannya lagi ada trek dadakan yang melewatinya harus kesulitan seperti itu. Standar tikungan itu harusnya bisa dilewati sambil motor rebah dengan posisi pembalap miring tanpa harus turun kaki, sehingga meski di tikungan tetap bisa melaju dengan maksimal. Ini tentu sangat menyiksa pembalap, bagaimana mau nikung maksimal bila tikungan terlampau patah begini, bisa-bisa pembalap patah hati lantaran tak bisa taklukan tikungan yang sama sekali tidak seksi ini. Bahkan sering kali melewatinya harus menekuk setang dengan maksimal agar motor mau belok,, ih maksa banget. Hmm.. sungguh potret buruk dari olah raga yang sebenarnya sangat bergengsi ini namun gengsinya hilang akibat sirkuitnya jelek. Mudah-mudahan ada kontroling yang terkoordinasi agar trek dadakan yang terlampau sempit segera dihapus. [Rudi221]

author