Tensi Tinggi Era SUZUKI, Kala itu YAMAHA Berjajar Tertib Antri Menyalip

History Gudang Garam Kejurnas Road Race Region 2 tahun 2001, pic|Majalah Hai 2001

     Nggak percaya kalau dahulu Suzuki merajai balap motor nasional..? silahkan tanya para penonton road race yang pernah muda di tahun 2000 an. Dan fakta sejarah bahwa Suzuki memang unggul di masa lalu memang tak terbatahkan lagi, dan banyak saksinya. Jajaran Yamaha dahulu sering kali jadi pemanis persaingan saja. Bayangkan saja, berjajar rapi baris berbaris di belakang rombongan Suzuki, seolah sedang antri mau menyalip.

    Namun apa daya, sekalipun terjadi antrian panjang, persaingan lini gerombolan depan mutlak Suzuki lah yang dominan. Rombongan depan pada balap masa lampau Suzuki memang jadi raja. Merk lain bukan tak mampu berbuat apa-apa, tapi pasukan Suzuki tak hanya kuat di sektor mesin yang benar-benar unggul di kala itu. Mesin Suzuki RG Sport 110 kencang-nya tak terpatahkan. Ditambah lagi, pembalap-pembalap yang dipakai kala itu adalah pembalap-pembalap yang boleh dibilang nomor satu.

    Bila Anda tahu Hendriansyah Jogja, dia jadi pembalap nomor 1 Indonesia cukup lama bersama Suzuki. Bahkan kelahirannya di balap road race pun sukses digdayakan Suzuki Tornado GS 110 juara nasional tahun 1997. Hendri bahkan secara berturut-turut menjadi pembalap pabrikan Suzuki mulai 2001 hingga 2008.

    Namun bukan hanya Hendri saja yang turut menopang masa digdaya Suzuki. Pembalap-pembalap unggulan lain di masanya turut isi daftar jajaran rider terbaik Suzuki. Ada nama seperti Felix Judianto dari DKI, lalu ada Bima Aditya dari Jogja, yang kesemuanya adalah rider papan atas. Belum lagi para privater mapan juga turut beli Suzuki RG Sport untuk ramaikan persaingan. Dan ini terjadi bukan hanya di wilayah Jawa namun juga jadi trend nasional. Maka, makin ramailah pengguna Suzuki di masa itu. Alhasil barisan depan di event kejurda hingga kejurnas dimanapun tempat, Suzuki lah yang terdepan. Bila kita melihat digdaya-nya Yamaha Jupiter Z di road race masa kini, maka kurang lebih seperti itulah wajah Suzuki di road race masa lampau, hanya saja dulu era-nya 2 Tak.

Sekilas Potret Suzuki RG Sport Hedriansyah [depan] dalam tekanan Honda Tena dan rombongan F1ZR di belakangnya pic| Kejurnas Road Race Purwokerto Jawa Tengah 2001

     Bukan karena Yamaha tak mampu, bukan pula karena F1ZR tak laju. Tapi di atas kertas, skuad Suzuki yang turun di kejurnas road race kala itu terlalu kokoh untuk dirontokkan dominasinya. Faktanya Suzuki memang selalu dominasi podium tertinggi dan jadi tontonan yang menjual, meskipun jawara nasional yang keluar justru fenomenalnya malah bukan dari penunggang keduanya Yamaha maupun Suzuki. Mengenai juara Juara nasional 2001 Kita bahas lebih panjang di next artikel. Tak kurang akal soal upaya Yamaha guna rontokkan dominasi logo "S" ini, bahkan mekanik Jepang pun didatangkan agar F1ZR lebih ngibrit larinya.

    So.. Sangat objektif dibilang tontonan menjual, buktinya era dulu area penonton lebih sesak penuh dari pada sekarang. Padahal harus berdiri sepanjang hari. Tak peduli panas menyengat demi untuk melihat lebih dekat persaingan panas F1ZR vs RG Sport di era balap pengusir nyamuk yang lebih mirip saat ada foging keliling. Jelas… era 2 tak syarat dengan nuansa asap di lintasan.

   Satu catatan lagi, Suzuki yang kala itu pakai RG Sport 110 secara speck punya keunggulan lain, yakni soal gigi percepatan yang 5 speed. Sementara Yamaha F1ZR hanya 4 speed, meskipun ada segelintir tim yang pakai F1ZR 5 Speed, namun tak mudah gusur logo "S" dari tangga jawara.

   Sedikit kilas sejarah 14 tahun silam ini adalah sebagai pengingat saja, bahwa Suzuki dahulu pernah tak tertandingi. Sekarang apa kabar…??? Tentu para pecinta Suzuki rindu masa-masa jayanya. Terlebih pengguna merk ini pun akan jadi bangga bila Suzuki kembali juara di balap motor nasional. Rudi221

author