Punya Sirkuit & Gudangnya Jagoan Nasional, Balap Motor Tulungagung Akan Digdaya di Masa Depan

Tiga jagoan paling menonjol Tulungagung di kancah nasional saat ini, dari kiri ada Fatah NA, Sulung Giwa dan Faisal Baharudin Sidoel

     Bagi kalangan balap, secara umum kota pusatnya balap motor adalah Yogyakarta. Eit.. tapi tunggu dulu, ada satu kota kecil di Jawa Timur yang akan punya image sama bahkan bisa saja suatu saat lebihi Jogja sebagai kota pusatnya para pembalap. Perkenalkan, kota Tulungagung, bukan kota yang sangat besar, tapi dunia balap motor disini cukup ramai. Populasi pembalapnya pun segudang, dari level kejurda hingga nasional. Anak rantau balap dari luar Jawa juga banyak yang singgah disini. Event road race nya selalu padat dalam setahun.

    Belum pernah disambangi event Kejurnas memang, tapi dalam waktu dekat event akbar Yamaha Cup Race akan mampir kemari di arena baru GOR Lembu Peteng. Meski kota kecil, di masa mendatang Tulungagung sangat potensial maju pesat dunia balap motornya. Tiga fakta analisa tim 221 ini akan jadi alasan kuat kenapa balap motor Tulungagung layak digdaya di masa depan.

   Kombinasi 3 alasan yang sangat kuat adalah, pertama di Tulungagung ini minat balap sangat tinggi. Ini sudah terjadi sejak puluhan tahun. Dengan adanya minat balap yang cukup tinggi, event road race di Tulungagung juga sangat subur terjaga. Buktinya satu tahun bisa menggelar 3 sampai 4 kali balapan. Ini sangat istimewa, mengingat kota-kota lain di Jawa Timur maupun Jawa Tengah belum tentu bisa seperti ini.

    Lalu yang kedua, dengan tingginya minat balap motor di Tulungagung sejak pulahan tahun lalu, bibit-bibit muda kemudian bermunculan. Bahkan saat ini ada beberapa nama besar yang cukup diperhitungkan di kasta balap level nasional. Diantaranya adalah seeded Nasional Sulung giwa yang pembalap dari tim pabrikan Yamaha. Lalu ada Faisal Baharudin Sidoel yang biasa langganan berdiri di podium kejurnas road race di kelas pemula, dan Fatah NA yang juga turut perkuat nama Tulungagung dengan sederet pencapaian prestasi balap di level JATIM maupun nasional. Di Tulungagung sendiri, mereka adalah figur penting bagi publik khususnya muda-mudi. Mereka bertiga adalah inspirator bagi generasi muda lainnya untuk beranjak melakukan hal yang sama meniti prestasi di kancah olah raga balap motor.

#95 Sulung Giwa [Yamaha Bahtera] Paling berbahaya di ajang Kejurnas Balap Motor

     Kemudian alasan yang ketiga ini akan makin menguatkan image racing pada kota Tulungagung. Baru-baru ini area halaman GOR Lembu Peteng dilakukan pengaspalan baru khusus jelang event akbar nan penting balapan satu merk Yamaha Cup Race [YCR] 2016 putaran kedua. Alhasil pelan tapi pasti, Tulungagung kini punya lahan latihan dan juga lahan yang layak untuk gelar event road race baik skala kejurda maupun nasional.

     Dengan munculnya lahan ini, harapan bibit baru untuk makin menjamur pun sangat lah besar. Terlebih bila nanti GOR Lembu Peteng benar-benar dilegalkan untuk latihan road race rutin sore hari seperti hal-nya di Sirkuit Maguwoharjo Yogyakarta, maupun di lapangan Brigif Kujang 2 Cimahi Jawa Barat. Legalitas dari pihak terkait untuk latihan resmi sangatlah penting. Mengingat aktivitas balap, meskipun itu cuma latihan harus dikelola sedemikian baik dan rapi. Kenapa..? faktanya olah raga balap motor adalah aktivitas adu nyali plus skill yang cukup beresiko.

     Berbagai aspek keselamatan saat latihan perlu dikontrol dengan bijak oleh penggiat. Selain itu, ada faktor lingkungan yang bisa saja terganggu dengan suara bisa knalpot motor balap. Untuk itu, bila Tulungagung mampu mengkondisikan akan hal ini, lalu kemudian kota ini memliliki sarana yang bisa dipakai latihan rutin, maka Tulungagung bisa diibaratkan sudah separuh langkah menuju image sebagai kota balap yang akan sangat digdaya di masa depan..? kenapa demikian. 3 hal tadi sudah cukup jadi alat untuk kemajuan balap motor di kota ini.

#98 Faisal Sidoel Baharudin, pemula kejurnas berbahaya namun rajin naik podium

     Event-nya selalu ramai, pembalapnya banyak ditambah lagi bila nanti arena yang meskipun bukan sirkuit permanen ini dilegalkan. Maka kota ini akan sangat maju dengan dunia balapnya. Bila event YCR seri 19-20 November 2016 nanti sukses, maka ini akan jadi tolok ukur Tulungagung layak jadi tuan rumah Kejurnas Balap Motor. Mengingat selama ini seri Kejurnas balap motor untuk jatah Jawa Timur hanya Malang semata yang disinggahi, mengingat hanya Malang yang punya lahan layak untuk event selevel Kejurnas.

     Satu catatan bahwa tak hanya tiga faktor di atas tadi saja yang jadi alasan kuat bagi Tulungagung jadi kota yang sangat maju di dunia balap motor. Di kota ini faktanya juga terdapat tangan-tangan terampil soal garapan mesin balap yang kencang dan prestasinya pun sudah terbukti. TULUNGAGUNG… Bisa..!!! Rudi221

#18 Fatah NA [terdepan] pasukan tim non merk selalu jadi ancaman dan musuh bebuyutan para tim pabrikan

author