Onde Mande, Road Race JATIM Kedatangan Tamu Penjinak Blade Dari Ranah Minang

#72 Rado DW, percaya diri datang ke Jawa seorang diri demi prestasi

Yaopo iki rek… JATIM diserbu pembalap luar…!!! Dunia balap Jawa Timur makin padat dengan pemain yang terus berdatangan dari luar pulau. Entah apa yang membuat JATIM jadi incaran tempat untuk bibit-bibit muda balap motor tanah air berkembang. Yang pasti dalam setiap bulannya, JATIM selalu padat event road race. Ini berbanding berbalik dengan provinsi Dareah Istimewa Yogyakarta [DIY] yang sejatinya adalah pusatnya balap motor, namun event-nya bisa dibilang sangat sepi.

Setelah sebelumnya beberapa nama seperti Roland Tuahatu dari Kendari Sulawesi Tenggara, lalu ada Ahmad Dody dari Palu Sulawesi Tengah, Ari Nugroho Ddan M Rizal dari Kalimantan Timur, dimana kesemuanya memang serius merintis karir balap di Jawa Timur, kini satu lagi datang dari ranah minang Sumatra Barat. Onde mande.. Masih muda sekali genk.. 16 tahun, Rado Dwi Wando namanya, dari  kota Bukit Tinggi Sumatra Barat.

Rado, begitu Ia akrab dipanggil datang ke Jawa Timur berkat “Bintang Nusantara Muara Bungo” dimana ini adalah tim tempatnya bernaung di Jambi sekaligus sponsor dari tim Honda semata wayang di Ja-Tim “Honda Rosvita”. Bergabung di tim Honda, tentu saja jadi pasukan penjinak Blade ditengah gempuran mayoritas pembalap pengguna Yamaha Jupiter Z. Namun bukan hambatan bagi Rado, toh sebelumnya Ia balap di Jambi juga menggunakan Blade. Baru mencicipi 2 event di Jawa Timur, agresifitas bocah yang masih duduk di bangku SMA S SPM Bukit Tinggi ini tak bisa dianggap remeh.

#72 Radi DW in action @Road Race Probolinggo 2016

Di event Kejurda Road Race Tulungagung beberapa lalu aksinya tak bisa dipandang sebelum mata, meski baru kali ini ia kenalan dengan trek dadakan sempit khas Ja-Tim. Di Road Race Probolinggo minggu lalu juga sempat jadi batu sandungan para pembalap Ja-Tim di kelas 4 Tak Tune Up Pemula. Namun dikedua event tersebut masih belum bisa main total lantaran terkendala trobel engine. Rado mengaku masih butuh adaptasi dan waktu yang cukup setting motor. Demi ingin berkembang di balap wilayah Jawa, sekolah pun ditinggalkannya, namun tetap mengajukan ijin secara resmi. “ijin sekolah selama masih balap bersama Honda Rosvita Bintang Nusantara di Ja-Tim” tutur Rado yang juga lulusan Sekolah balap Hendriansyah Racing School [HRS] Jogja. Good luck rider Minang di Bumi JATIM… Rudi221

author