Muda Belia Skill Tingkat Dewa, Tampil Perdana Langsung GEBRAK ASIA

M Faerozi & Mario SA.. Duo rider belia putra terbaik JATIM saat ini.

 

Siapa sih mereka..? putra putra terbaik Jawa Timur pastinya, cuma keduanya beda kota. M Faerozi aka Feros Kuncir (kiri) dari kota Lumajang, dan Mario Suryo Aji aka Mario SA dari Magetan. 221 lumayan pantau karir keduanya sejak 2014, dan agak tidak nyangka juga, setelah 4 tahun berlalu keduanya sudah meroket ke balap Asia.

Mario adalah pembalap Motocross yang hijrah ke balap aspal. Balapan perdana Mario adalah di Road Race Purwokerto dan YCR Jogja final 2014. Proyeksi dari orang tua Mario sendiri sejak awal adalah difokuskan balap Kejurnas.

Sedang berbanding berbalik dengan Feros yang pemain balap serabutan. Ada yang ngajak main bebek 4 Tak ya ayo.. disuruh naik Bebek goreng ya di gass... sekali main sampai 5 kelas lebih ya DILIBASSS..!!!

Seiring berjalannya waktu dari awal karir, keduanya ini sama-sama membuat perkembangan besar. Mario yang sebenarnya level tarungnya adalah di kelas Usia Max 16 tahun, sukses gebrak kelas di atasnya yakni Tune Up Pemula A, padahal grid-nya adalah pemula B. Namun Mario ini sejak awal memang berada dalam tim profesional Trijaya. Dari mulai masih Yamaha sampai Trijaya berubah jadi Honda.

Feros beda lagi. Sekali balap, mungkin bisa naiki 3 motor berbeda dari kepemilikan orang yang beda-beda pula. Maksudnya, doi tiap main paling sering naik motor orang. Bakat Feros ditemukan oleh pak Fritz Johanes Yamaha Putra Anugrah Wonogiri. Bersama tim yang mapan ini, digaraplah karir Feros menjadi lebih naik derajad. Namun meski di tim pabrikan, ada kalanya bocah ini tetap super bandel naik bebek goreng di level Kejurdaan. It's ok.. toh tiap race Feros selalu kasih pembuktian akan tanggung jawabnya untuk bawa tim-nya juara.

DAN SEKARANG...?? keduanya dalam karir besar..!!!

Mario berada dalam nanungan Astra Honda... dan Feros di Yamaha Indonesia.. Keduanya sama-sama tim raksasa.. tapi ya lebih raksasa yang.. emm.. ya kalian tahu sendiri lah..

Ajang Asia Road Race Championship [ARRC] kini jadi wadah bagi keduanya. Ketemu dalam satu kelas pula yakni kelas Asia Production 250 cc alias AP250. Seri perdana 2018 Burriram Thailand adalah kadang tarung pertama bagi keduanya. Meski tampil perdana, gebrakan besar langsung dibuat. Siapa menyangka Mario yang masih 13 tahun itu berada dalam pertarungan lini paling depan para rider Asia bahkan podium di race 1 Sabtu lalu. Sedang Ferros, memang belum naik podium sih. Tapi lumayan bikin kejutan saat berada di barisan depan bahkan sempat memimpin lama jelang lomba berakhir, dan masih di depan selang beberapa tikungan jelang finish.

Ini adalah kode ancaman besar bagi balap Asia. Terlebih tensi persaingan INDONESIA THAILAND MALAYSIA sedang panas-panasnya. Keduanya masih di bawah 17 tahun coy... baru pertama tampil pula.., tapi langsung menggila. Ini pun seolah patahkan cibiran ramai terhadap rider merah putih di live media sosial yang menayangkan siaran ARRC ini. Sukses selalu untuk bocah-bocah JATIM ini..

Berikut adalah sekilas pantauan Lap Cart saat race 2 Minggu 4 Maret 2018. Feros sempat Dominan, namun karena rapatnya persaingan di last lap, finish terdepan justru jatuh pada pembalap wanita Thailand Muklada Sarapeuch, dan podium 2 jatuh pada rider merah putih asal DKI yakni Rafid Topan.. cekidott...!! Rudi221

Nama M fFaerozi muncul saat sedang memimpin balapan di jelang lap akhir

Feros pimpin rombongan yang didominasi Astra Honda

Nama Faerozi masih muncul jelang 2 lap terakhir

Sampai Last Lap.. Feros masih di lini barisan depan

 

author