Maverick Vinales Versi JAWA, Semangat Lestarikan SUZUKI Tua Motor Bekas Emak-nya

#91 Wahyu Ujang, Membawa Semangat SUZUKI meski bukan tim pabrikan

Saat 221 mengembara di lintasan legendaris Mandala Krida Yogyakarta di event malam tahun baru 2016, pandangan mata dibuat melek dengan tampilan kuning biru khas tim pabrikan Jepang berlogo S. Baju balap full branding tulisan Suzuki dimana-mana, lalu banyak menempel logo sponsor juga. Makin gereget saat melihat tungganganya. Wow.. motor nya Suzuki guys…. Kenapa admin disini sampai wow..? bukan alay loh… bagaimana tidak, coba pikir nalar, ngapain juga pakai motor yang sudah tidak kompetitif, ditengah persaingan bebek-bebek kencang yang 99% peserta di kelas bebek 2 tak standard menggunakan Yamaha F1ZR. Tentu bila dinalar, lebih baik pakai F1ZR, yang dari segi rangka sudah terbukti handlingnya enak di tikungan, mesin pun kompetitif sudah terbukti bahkan lebih dari 15 tahun.

Style nikungnya sejenak mengingatkan kita pada road race era 1990-an ketika Suzuki Tornado masih digaya di road race nasional

Tapi sungguh istimewa, kala melihat pembalap yang satu ini justru pakai motor Suzuki sendirian ditengah gerombolan F1ZR, Suzuki Tornado pula. Dimana salah satu motor idola remaja di tahun 1996 hingga 2000 muncul di era balap modern. Sang pelaku ini adalah Wahyu Ujang 29 Tahun. doi asli wong Blitar Jawa Timur guys.. tapi sehari-hari bekerja di salah satu instansi milik pemerintah di kota Kediri. Dan 2 Minggu sekali atau paling lama sebulan sekali, doi rajin pergi balap dengan si-kuning ini. Bukan tim pabrikan tapi spirit “NYALAKAN NYALI” kental dibawa oleh wahyu yang mencoba memiripkan dirinya dengan sang rider Suzuki MotoGP Maverick Vinales ini.

Ada history mencengangkan, ketika menguak pra sejarah sang kuda besi tunggangan Wahyu ini.., berdasar pengakuan Wahyu kepada 221…  ladalah.., ternyata yang Wahyu pakai adalah motor bekas milik ibunda tercinta-nya guys... Yups.. ini adalah Suzuki Tornado yang tergolong tahun muda yakni langsiran 2000. Tadinya ini merupakan motor inventaris milik sang ibunda terkasih untuk kerja sehari-hari. Motor ini plat merah katanya bro… namun dasar bocah edan balap, kuda besi tua legendaris yang tadinya juga buat wara wiri beli sayur ke pasar ini diminta Wahyu untuk jadi bahan baku alat tempur lintasan. Konyol kowe yu….!!!! Next… Wahyu yang sempat eksis di kejurnas Motorprix kelas MP5 2007 ini pun memboyong Tornado tua ini ke Jogja untuk digarap ke ahlinya.

ada kalanya Yamaha F1ZR tak mudah untuk taklukkan dominasi motor tua tapi tetap laju inii..

Tak main-main, Tornado ini ngandang di bengkel balap spesialis Suzuki. Tau atau ingat Suzuki Putra Jambu Yogyakarta yang pernah tenar lewat garapan Suzuki Tornado di era 90-an..?? Nah… Tornado milik wahyu ini digarap dengan iriset secara serius disana GUYS... Pak Eko EPJ mekanik legendari Suzuki di Jogja. Dan beliau inilah yang langsung tangani Tornado kuning ini. Pak Eko super rajin soal korek mesin dalam rangka mencari performa terbaik agar lajun sikuning bisa saingi F1ZR. Riset pun tak pernah berhenti. Bahkan wahyu rela wara wiri Blitar Jogja untuk sekedar melakukan seting dan latihan di Sirkuit Maguwoharjo Yogyakarta.

Di road race Jawa Tengah DIY si kuning ini lebih sering mengaspal guys... Untuk JATIM sendiri meskipun adalah kandang wahyu, dia justru jarang tampil disana. Sontak, kuda besi ini selalu sukses mencuri perhatian masa di area paddock maupun saat race. Bagiamana tidak, motor jadul namun percaya diri sungguh tinggi. Sesekali wahyu bersama Suzuki Tornado yang langka di road race ini jadi batu sandungan para penunggang F1ZR di perebutan 5 besar, namun riset yang masih berjalan, kendala performa yang kurang stabil masih jadi dilema. Yang pasti, dilihat dari performa saat kualifikasi maupun penyisihan, doi tergolong berbahaya dan ancaman bagi penunggang F1ZR lainnya. So… “motor jadul muncul di era balap modern…?? tetap istimewa…!! Tetap Nyalakan Nyali sibiang asap jadul..”  Gasss… Rudi221

author