Logika Berbahayanya Super Moto di Trek Dadakan Dalam Jangka Panjang

Sedang santer dikabarkan bahwa untuk road race wilayah JATIM, kelas super moto segera ditiadakan untuk musim kompetisi kejurda wilayah JATIM 2016. Namun bukan lantas kelas ini dihapus, melainkan masih diperbolehkan, tetapi hanya untuk sirkuit permanent. Tercatat saat ini hanya ada satu sirkuit permanent di Jawa Timur setelah Kenjeran Park Surabaya ditutup yakni sirkuit Green Park di kota Blitar. Namun sayangnya sirkuit ini masih belum siap hingga sekarang. Bahkan meski event road race di Blitar lebih dari 2 kali setahun, namun tetap saja jalan raya sebagai arenanya.

Bila dilihat dari kacamata regulasi, sebenarnya tak jadi soal super moto ada di road race. Sayangnya bila tradisi trek dadakan dalam jangka panjang masih dilestarikan, tidak menutup kemungkinan kelas ini akan makan korban. Yang #221 amati disini adalah soal kondisi desain trek dadakan wilayah Jawa Timur yang tidak layak untuk kuda besi sebesar dan se-panjang Super Moto, utamanya untuk kelas FFA. Berikut logika penalaran opini versi #221.

 

Trek Dadakan di JATIM Kebanyakan Adalah Sempit

Menilik road race Jawa Timur memang ramai dan padat event dalam satu tahun. Sayangnya kesemuanya digelar dilokasi jalan raya tengah kota. Tercatat hanya Trenggalek yang baru-baru ini menggunakan jalan di sekitar Stadion Menak Sopal. Lebar trek yang kurang ideal, sudah barang tentu mengganggu saat bermanufer.

Sempitnya trek dikarenakan jalan yang dipakai tidak cukup lebar, bahkan jalan raya yang membujur harus dibagi 2 dengan pembatas 1 lajur ban bekas memanjang ditengah lintasan. Sirkuit sempit dalam jangka panjang bisa timbul banyak masalah seperti pembalap keluar jalur karena senggolan serta berbagai macam ketidaknyaman karena lebar trek kurang.

 

Bibir Sirkuit Langsung Pagar & Penonton

Logikanya sebuah sirkuit balap motor adalah jalanan aspal dengan trek lurus yang memadahi, tikungan yang memiki grafel dan tribun untuk penonton. Namun bagaimana dengan road race JATIM..? seperti yang kita lihat di beberapa dokumentasi gambar yang ada di beberapa media online, bibir sirkuit di road race JATIM kebanyakan adalah langsung pagar, dan tepat dibelakang pagar adalah penonton berdiri.

Bukan sekali dua kali pembalap out dari tikungan lalu hantam pagar dan bahkan mengenai penonton yang ada di belakang pagar. Pada kelas bebek bahkan sudah sering terjadi. Bagaimana bila hal tersebut, terjadi pada kelas super moto yang notabene bobot dan fisik motor yang lebih berat..? belum lagi tenaganya yang liar di putaran bawah.. tentu menyeramkan bukan..!

 

Tikungan Patah Susah Bermanufer

Tradisi road race JATIM di trek dadakan adalah tikungan patah atau mati. Pembalap di kelas bebek saja harus turun kaki untuk mempercepat saat menikung. Entah karena jalanan yang susah didesain untuk tikungan kecepatan tinggi atau apa, yang jelas terlihat saat ini tikungan rolling speed susah ditemukan di road race JATIM. Untuk kuda besi sebesar dan se-panjang super moto, sudah barang tentu “belok” bukanlah hal yang mudah.

Bahaya sudah jelas terlihat. Antisipasi pihak terkait stop sementara untuk kelas super moto di trek dadakan merupakan langkah cerdas untuk kualitas balap motor Indonesia khususnya Jawa Timur yang lebih baik. Namun persoalan yang belum terpecahkan hingga saat ini adalah soal sirkuit permanent yang tak dimiliki tiap kota. Kecuali bisa ciptakan sirkuit dadakan yang tetap lebar dan aman seperti contohnya pada halaman parkir yang luas di sirkuit luar Stadion Kanjuruhan Malang atau Sirkuit Stadion Maguwoharjo Yogyakarta.

Terlepas dari soal bahaya, sisi entertaint atau kulaitas tontonan juga penting. Lah.. apa urusannya dengan tontonan..? memang tidak ada urusan, namun yang namanya balap butuh sisi entertaint yang menjual agar penonton juga terhibur dan mau datang lagi ke sirkuit.

Bisa kita lihat contoh paling nyata di balap Motogp, bagaimana mereka mengemas balapan agar tetap memiliki daya jual dan ratting pemirsa tetap tinggi. Pada super moto trek dadakan, sisi manufer cantik di tikungan hampir gagal ditampilkan karena trek yang kurang memadahi. Bicara soal daya jual tontonan pun masih jauh.

Semoga bermanfaat dan mampu membuka cakrawala kita semua. Gass… Rudi221

author