Kelas 2 Tak Standar Nggak Ada Matinya

No comment 20191 views
Caesar Racing Team Bangkalan, Setia elus-elus bebek goreng.

Caesar Racing Team Bangkalan, Setia elus-elus bebek goreng

Para rider..., “Kencang harus mahal” itulah kata yang tepat untuk balapan era 4 tak sekarang ini. Bagaimana tidak, motor bebek 4 tak lebih padat spare partnya. Ini sangat berbeda dengan motor 2 tak yang di bagian cilinder head hanya ada benda semata wayang yakni busi. Lihat di motor 4 tak, segudang benda keras ada di head cilinder. Mulai dari noken as, klep, per klep, rantai, pelatuk, busi dan kamrat. Tak cukup banyak spare part saja di sana, namun modifokasi serta penggantian part-part tersebut juga syarat dengan biaya yang cukup tinggi serta membutuhkan keahlian khusus. Soal biaya tentu saja sangat berbading berbalik dengan motor bebek 2 tak yang paling hanya bicara soal sudut squish saja untuk optimalkan kompresi. Itu hanya dari bagian cilinder head saja, masih banyak lagi penggantian part di bebek 4 tak yang harus dilakukan bila ingin kompetitif di lintasan.

Kelas bebek goreng tumbuh subur di Madura

Kelas bebek goreng tumbuh subur di Madura

Kondisi ini pun membuat balap road race hanya bisa dimintai kaum berkantong tebal. Bagaimana tidak, gengsi road race semakin tinggi, apa lagi 4 tak adalah kelas utama di balap road race, sedang 2 tak hanyalah kelas yang nebeng alias numpang lewat alias penggembira alias suporting class saja. Namun meski begitu, banyak sekali tim balap yang masih pelihara baik-baik bebek berasap itu. Bahkan eksistensi mereka tak surut meski peta peradaban balap motor nasional berubah drastis. Paling kentara bisa kita temukan di pulau garam Madura dan sekitar Jawa Timur. Disana masih banyak tim balap yang tetap eksis dengan Yamaha F1ZR di kelas bebek 2 tak standar. Meski hanya bisa bermain di kejurda, namun bebek-bebek yang diproduksi lebih dari 10 tahun yang lalu itu meramaikan kejurda road road race di wilayah Jatim. Tak hanya wilayah Jatim saja yang dijadikan perburuan ajang adu ngesot, banyak pula tim balap 2 tak di wilayah jatim itu yang menggembala bebeknya hingga ke wilayah kompetisi road race di Jawa Barat. [Rudi221]

author