Bebek Makin Dicinta, Sport Terlupakan

No comment 3938 views

NINJA-150-ROAR-RACE

Para rider sekalian.., kemana balap sport kita selama ini..?? kok sepi sih…!! Hemm.. ada apa ya…, padahal di era tahun 2000-an kelas sport di road race masih lestari. Namun makin berganti tahun, kelas sport makin tergusur, bahkan di kejurnas road race tingkat regional, kelas sport punah. Paling kelas sport yang tersisa saat ini ada di beberapa event lokal kejurda maupun club event. Seperti kelas sport standar 2 tak 150 cc di kejurda road race wilayah Jawa Barat, dan kelas sport 4 tak 150 cc OMR Honda CBR di event garapan Honda Racing Championship [HRC]. Padahal bila dipikir-pikir penjualan motor jenis sport di Indonesia cukup booming. Ada sederet motor-motor sport yang penjualannya laris manis seperti Yamaha Vixion, Honda CB150R, Honda CBR 150, Kawasaki Ninja 250, Bajaj Pulsar, dan TVS. Kesemuanya tentu punya potensi untuk merambah adu kebut di lintasan berliku. Bila mereka turun, tentu kita tak hanya melulu lihat Jupiter dan Honda Blade saja yang beradu ngesot.

Jpeg

Honda lestarikan kelas sport lewat OMR Honda CBR 150

Namun dengan tingginya pengguna motor jenis sport di Indonesia, nampaknya masih belum berpengaruh pada gairah di segmen balap sport. Alasan paling clasik adalah soal sirkuit, ya.. terang saja karena kebanyakan sirkuit pada event kebanyakan adalah sirkuit dadakan, dan tidak mumpuni untuk dilewati motor bertangki.

Namun tetap saja ada yang keliru pada sistem balap kita. Harusnya sport yang diunggulkan, dan bukan bebek. Karena balap yang sesungguhnya adalah balap sport. Alasannya tentu saja karena mengacu pada balap motor tertinggi di dunia yakni Motogp & Word Superbike. Geliat sport makin sepi, pemainnya pun itu-itu saja. Hanya yang mampu balap ke Sirkuit Sentul yang bisa menikmati progress dan bisa go internasional. Dan yang di daerah pun akan terus-terusan jadi jago kandang di atas bebek wek..wek.. Sistem perlu diperbaiki, kelas sport harus makin digalakkan, dan pabrikan pun perlu dgandeng. Itu bila ingin balap kita maju. Just opini..221

author